https://duit.uinsa.ac.id/storage/tahap/
Slot Thailand
https://beranidigital.id/
https://dewansengketa.id/hitam/
https://beranidigital.id/assets/hitam/
https://www.koikikukan.com/img/-/toto/
https://tiraipelajarmandalika.or.id/wp-content/-/hitam/
https://tiraipelajarmandalika.or.id/
https://mannawasalwa.ac.id/3/wp-content/uploads/-/xsv388/
https://childfund.id/hitam/
https://mannawasalwa.ac.id/3/
https://mannawasalwa.ac.id/3/wp-content/uploads/-/xland/
https://tiraipelajarmandalika.or.id/wp-content/-/sv388/
https://bikinkosmetik.com/
https://bjbsekuritas.co.id/assets/-/hitam/
https://bjbsekuritas.co.id/
sv388
`
https://www.singletrack.es/
https://adcnet.telkomuniversity.ac.id/wp-content/-/xmahjong/
https://www.immobiliaresanna.com/
https://adcnet.telkomuniversity.ac.id/wp-content/-/sv388/
https://campus.galileoar.com
slot thailand
sabung ayam
casino online
GA28 sabung ayam online
slot mega wheel
indobola77
https://www.ardent.com.tw/
https://beranidigital.id/privacy/secure/
https://campus.galileoar.com/int/lib/
https://campus.galileoar.com/cas/triple/
live casino
sabung ayam online
scatter hitam
sabung ayam online
akun pro kamboja
slot gacor
sabung ayam online
Wahanabet
casino online
slot777
slot gacor
indomax88
indomax88
https://webstertrio.com/
casino online
sbobet
Mahjong Ways 2
mahjong ways 2
slot thailand
sabung ayam online
sbobet
slot777
slot gacor
slot gacor
slot thailand
slot kakek zeus
casino online
zeus slot
sv388
mahjong ways 2
euro 2024
bandar303
bandar303
bandar303
Juara303
slot thailand
Akun Pro Jepang
Akun Pro Thailand
scatter hitam
https://perdastri.gowakab.go.id/
Slot Thailand
nolimit
sabung ayam online
scatter hitam
sabung ayam online
akun pro thailand
juara303
https://siami.poltekbangsby.ac.id/
sbobet wap
akun pro jepang
mpo slot
akun pro jepang
slot bca
slot bca
https://juara303.cloud/
slot kakek zeus
Slot Thailand
Zeus Slot
Slot Thailand
indobit88
scatter hitam
scatter hitam
master303 slot
master303 slot
master303 slot
sabung ayam online
slot online
sabung ayam online
live casino
live casino
333 gaming
Scatter Hitam
sabung ayam online
bola gacor
scatter hitam
slot thailand
sabung ayam online
PENYIMPANGAN DAN PENGENDALIAN SOSIAL | Rumah Belajar O-Friends

PENYIMPANGAN DAN PENGENDALIAN SOSIAL

A. PENYIMPANGAN SOSIAL

  1. Pengertian

Penyimpangan sosial (social deviation) adalah perbuatan atau tindakan yang melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.

2. Penyebab Terjadinya Penyimpangan

Menurut Wilnes dalam bukunya “Punishment & Reformation“ sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Faktor subjektif, yaitu faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir), antara lain:
  1. Sikap mental yang tidak sehat
  2. Pelampiasan rasa kecewa
  3. Keinginan untuk dipuji
  4. Ketidaksanggupan menyerap norma
  • Faktor objektif, yaitu faktor yang berasal dari luar (lingkungan), antara lain:
  1. Keluarga yang broken home.
  2. Dorongan kebutuhan ekonomi
  3. Pengaruh lingkungan dan media massa
  4. Proses belajar yang menyimpang
  5. Adanya ikatan sosial yang berlainan
  6. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan menyimpang
  7. Adanya sosialisasi yang tidak sempurna

3. Bentuk-Bentuk Penyimpangan

Berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu:

a) Penyimpangan bersifat positif

Yaitu penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karir

b) Penyimpangan bersifat negatif

Yaitu penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut:

  • Berdasarkan jangka waktunya Penyimpangan primer (primary deviation)

Yaitu penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Seseorang yang melakukan penyimpangan primer masih diterima di masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang tersebut. Misalnya: siswa yang terlambat, pengemudi yang sesekali melanggar peraturan lalu lintas, dan orang yang terlambat membayar pajak.

  • Penyimpangan sekunder (secondary deviation)

Yaitu perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta mengganggu orang lain. Misalnya: orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, serta seseorang yang melakukan tindakan pemerkosaan.

Berdasarkan jumlah pelakunya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

a) Penyimpangan individual (individual deviation)

Yaitu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Misalnya: seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan, seperti: mencuri, menodong, dan memeras. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima, yaitu:

  1. Pembandel, yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.
  2. Pembangkang, yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak taat pada peringatan orang-orang.
  3. Pelanggar, yaitu penyimpangan yang terjadi karena melanggar norma-norma umum yang berlaku dalam masyarakat.
  4. Perusuh atau penjahat, yaitu penyimpangan yang terjadi karena mengabaikan norma-norma umum, sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.
  5. Munafik, yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak menepati janji, berkata bohong, mengkhianati kepercayaan, dan berlagak membela.

b) Penyimpangan kelompok (group deviation)

Yaitu tindakan sekelompok orang yang beraksi secara kolektif dengan cara yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Misalnya: mafia obat-obatan terlarang dan narkotika, geng, dan komplotan penjahat.

c) Penyimpangan campuran

Penyimpangan ini dilakukan oleh seseorang dengan melibatkan banyak orang. Misalnya, perdagangan obat-obatan terlarang yang biasanya melibatkan jaringan kelompok sindikat tertentu, aksi bom bunuh diri atau terorisme yang akhir-akhir ini sering terjadi.

Berdasarkan kadar penyimpangan

a) Penyimpangan ringan

Penyimpangan yang menimbulkan gangguan, ancaman, hambatan dan kerugian yang kecil kepada pihak luar. Biasanya sanksi yang diberikan berupa nasihat dan diminta tidak diulangi lagi. Misalnya, seorang anak yang mengambil buah-buahan tetangga tanpa minta izin terlebih dahulu.

b) Penyimpangan berat

Penyimpangan yang menimbulkan kerugian cukup besar bagi pihak lain dan kadangkala menimbulkan korban jiwa dan harta. Penyimpangan jenis ini biasanya terancam hukuman yang cukup berat seperti hukuman penjara seumur hidup maupun hukuman mati. Misalnya pembunuhan, menyetir dalam kondisi mabuk yang menyebabkan kecelakaan, merampok yang disertai tindakan kekerasan, dan lain-lain.

4. Jenis-Jenis Penyimpangan

a) Penyalahgunaan narkoba

Beberapa penelitian menyebutkan alasan mengapa banyak orang menyalahgunakan narkoba sebagai konsumsi harian, antara lain:

  1. Melupakan masalah atau kesulitan hidupnya meski sifatnya sementara.
  2. Menghilangkan rasa takut karena dengan menggunakan narkoba ini seseorang dapat menjadi pribadi yang berani.
  3. Menghilangkan rasa malu atau meningkatkan kepercayaan diri.
  4. Sebagai gaya hidup (life style).
  5. Awalnya hanya untuk coba-coba lama kelamaan ketagihan

b) Tawuran pelajar/mahasiswa karena didorong oleh semangat group solidarity.

c) Hubungan seks di luar nikah

d) Kelainan seksual seperti homoseks, lesbian, dan transeksual.

e) Minum minuman keras

f) Kenakalan remaja (juvenile delinquency), yang disebabkan antara lain oleh:

  • Lingkungan keluarga yang tidak harmonis
  • Situasi yang membosankan.
  • Lingkungan kumuh dan penuh kejahatan
  • Kepribadian yang masih labil
  • Rasa ingin tahu yang besar

5. Tipe-Tipe Kejahatan

Light Keller dan Calhoun membedakan tipe kejahatan menjadi empat, yaitu:

a) Crimes Without Victims (Kejahatan Tanpa Korban)

Kejahatan yang tergolong dalam kejahatan jenis ini antara lain perjudian, penyalahgunaan narkoba, minum-minuman keras sampai mabuk, atau hubungan seks yang tidak sah.

b) Organized crimes (Kejahatan terorganisasi)

Merupakan kejahatan yang dijalankan untuk memperoleh uang atau kekuasaan dengan jalan melanggar hukum seperti pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri secara ilegal.

c) White-collar crimes (Kejahatan yang dilakukan oleh orang yang statusnya tinggi)

Kejahatan yang tergolong dalam kejahatan ini misalnya, korupsi yang dilakukan oleh orang-orang terpandang seperti para pejabat atau pengusaha.

d) Corporate crimes (Kejahatan atas nama perusahaan)

Merupakan kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Bentuk kejahatan seperti ini dibagi menjadi empat yaitu kejahatan terhadap konsumen, kejahatan terhadap publik, kejahatan terhadap pemilik perusahaan, dan kejahatan terhadap karyawan, tergolong dalam kejahatan ini, misalnya pemberian upah buruh di bawah standar Upah Minimum Kerja (UMK) yang ditentukan.

6. Teori-Teori Penyimpangan Sosial

a) Teori Pergaulan Berbeda (differential association) oleh Edwin H. Sutherland

Menurut teori ini, penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Proses pembelajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain. Derajat interaksi tergantung pada frekuensi, prioritas, lamanya, dan intensitasnya. Misalnya, pecandu narkoba, sebelum menjadi seorang pecandu biasanya mereka berinteraksi dengan para pemakai narkoba dan secara tidak langsung mempelajari kebiasaan tersebut sehingga lama-lama menjadi pecandu narkoba.

b) Teori labeling oleh Edwin M. Lemert

Menurut teori ini seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan, cap, etiket, dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. Mula-mula seorang melakukan penyimpangan primer (primary deviation). Namun karena telah dijuluki negatif, maka si pelaku akan terdorong melakukan penyimpangan sekunder dengan alasan “kepalang tanggung”.

c) Teori Merton

Merton mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi individu terhadap situasi tertentu, empat di antara perilaku dalam menghadapi situasi tersebut merupakan perilaku menyimpang.

  1. Konformitas, merupakan cara yang paling banyak dilakukan. Di sini perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan oleh masyarakat dan mengikuti cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.
  2. Inovasi, merupakan cara di mana perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang oleh masyarakat.
  3. Ritualisme, merupakan perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya namun masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat.
  4. Retreatism, merupakan bentuk adaptasi berikutnya. Dalam bentuk adaptasi ini perilaku seseorang tidak mengikuti tujuan budaya dan juga tidak mengikuti cara untuk meraih tujuan budaya. Pola adaptasi ini dapat dijumpai pada orang yang menderita gangguan jiwa, gelandangan, pemabuk, pecandu obat bius.
  5. Rebellion (Pemberontakan), merupakan bentuk adaptasi terakhir. Dalam pola adaptasi ini orang tidak lagi mengakui struktur sosial yang ada dan berupaya menciptakan suatu struktur sosial yang lain.

d) Teori fungsi dari Durkheim

Durkheim berpandangan bahwa kejahatan perlu bagi masyarakat karena dengan adanya kejahatan maka moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal. misalnya UU Nomor 23 Tahun 2005 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Aturan ini tercipta karena banyaknya kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga baik terhadap anak maupun istri.

e) Teori konflik dari Karl Marx

Ada dua macam konflik dalam teori ini, yaitu:

  1. Teori konflik budaya

Ini terjadi bilamana dalam suatu masyarakat terdapat sejumlah kebudayaan khusus (etnik, agama, kebangsaan, dan kedaerahan) maka hal tersebut mengurangi kemungkinan timbulnya kesepakatan nilai (Value Consensus). Berbagai norma yang saling bertentangan dan bersumber dari kebudayaan khusus yang berbeda menciptakan kondisi tidak adanya norma atau disebut sebagai anomi. Norma budaya yang dominan yang dijadikan sebagai hukum tertulis sehingga orang lain yang termasuk dalam kebudayaan lain bisa saja dianggap sebagai orang jahat.

2) Teori konflik kelas sosial

Mereka memandang kesepakatan nilai sebagai mitos yang diciptakan secara halus oleh mereka yang berkuasa demi kepentingan mereka sendiri karena hal tersebut akan membuat nilai mereka seolah-olah merupakan nilai semua orang. Mereka yang menentang hak-hak istimewa kelas atas dianggap mempunyai perilaku menyimpang sehingga dicap sebagai penjahat.

f) Teori pengendalian

Kebanyakan orang menyesuaikan diri dengan nilai dominan karena adanya pengendalian dari dalam maupun dari luar. Pengendalian dari dalam berupa norma yang dihayati dan nilai yang dipelajari seseorang. Pengendalian dari luar berupa imbalan sosial terhadap konformitas (tindakan mengikuti warna) dan sanksi hukuman terhadap tindakan penyimpangan. Dalam masyarakat konvensional terdapat empat hal yang mengikat individu terhadap norma masyarakatnya, yaitu kepercayaan, ketanggapan, keterikatan, dan keterlibatan.

B. PENGENDALIAN SOSIAL

a) Pengertian

Pengendalian sosial adalah teknik-teknik atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.

b) Tujuan Pengendalian Sosial

  1. Agar masyarakat mau mematuhi norma yang berlaku
  2. Agar terwujud keserasian dan ketenteraman dalam masyarakat
  3. Menjaga ketertiban sosial
  4. Mencegah terjadinya penyimpangan
  5. Mengembangkan budaya malu

c) Sifat Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial dapat bersifat:

  1. Preventif, dilakukan sebelum terjadi pelanggaran sehingga dapat mencegah terjadinya pelanggaran. Misalnya, ibu menasihati anaknya agar tidak ngebut saat naik motor supaya tidak terjadi musibah.
  2. Represif, dilakukan setelah terjadi pelanggaran agar keadaan kembali seperti semula. Misalnya, orang yang mangkir membayar hutang diadukan ke pengadilan dan pengadilan menjatuhkan hukuman untuk membayar hutang tersebut beserta dendanya.
  3. Kuratif, dilakukan ketika penyimpangan sedang berlangsung.
  4. Gabungan, merupakan gabungan pengendalian preventif dan represif.

d) Cara Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan cara:

  1. Persuasif, yaitu dengan cara mengajak atau membimbing berupa anjuran.
  2. Koersif (paksaan atau kekerasan), cara ini ditempuh jika cara persuasif tidak berhasil.
  3. Kompulsif, yaitu dengan cara menciptakan situasi yang dapat mengubah sikap atau perilaku yang negatif.
  4. Pervasi, dilakukan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang dengan harapan nilai dan norma tersebut melekat dalam jiwa sehingga bertindak sesuai yang diharapkan.

e) Jumlah Cakupan yang Terlibat

Berdasarkan jumlah cakupan yang terlibat, pengendalian sosial dibedakan menjadi empat, yaitu:

  1. Pengawasan individu terhadap individu lain
  2. Pengawasan individu terhadap kelompok
  3. Pengawasan kelompok terhadap individu
  4. Pengawasan kelompok terhadap kelompok

f. Jenis-Jenis Pengendalian Sosial

Jenis-jenis pengendalian sosial antara lain cemoohan, teguran, pendidikan, agama, gosip atau desas-desus, ostrasisme (pengucilan), intimidasi, kekerasan fisik, hukum, fraundulens (meminta bantuan kepada pihak yang dianggap dapat mengatasi masalah).

g. Pranata yang Berperan dalam Pengendalian Sosial

Pranata-pranata yang berperan dalam pengendalian sosial antara lain

  1. kepolisian,
  2. pengadilan,
  3. lembaga adat,
  4. tokoh masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top